Sabtu, 29 September 2012

Eh, ga nyangka Gamer bisa jatuh cinta!

Semuanya, maaf kalau blog ini semakin terbengkalai! Kebetulan ane banyak tugas berat, jadi agak susah ngatur waktu kosong buat ngisi blog yang sudah lama tak berpenghuni ini...

Wah, ga kerasa ane udah masuk Smansa alias SMA Negeri 1 Balikpapan, dan minggu depan adalah minggu dimana ane akan berhadapan dengan Mid Semester yang oh-em-ji sialan itu! Wismilak, guys!


Oh, iye. Ane lupa nge-share nih...
Mungkin kalian mengira seorang pelajar yang MKKB seperti saya ini(?), tidak pernah mau pacaran lantaran mengejar kedewasaan, dan tidak direstui ortu pastinya. Sebenarnya, ane mau pacaran, tapi lantaran sudah tau ilmunya kalau "pacaran itu 99,9% banyak dosanya"(abis kelelep ceramah masjid), ya niat itu terpaksa diurungkan.  Toh, aku juga mau pelit  ngirit uang buat persiapan lain kalo ga ada pulsa.
Tapi, jujur aja nih, yang namanya cinta itu sulit ditebak. Kadang datang, kadang bisa pergi gitu aja tanpa jejak. Termasuk ane nih, pasti juga bisa ngerasain sakitnya jatuh cinta, enaknya jatuh cinta, dan pernah ngebantu selesaikan masalah cinta (biasanya anak galau minta konsultan musiman..). Kalian mau tau seberapa sakitnya? Saking sakitnya sampe kalian bisa nangis sendiri tanpa ada yang ngebikin marah. Bahasa Twitternya tuh "#twitgalau GUE GA BISA MOVE ON!"

Itu ane rasain karena cowo yang ane taksir itu ternyata berbeda dari yang dibayangkan. Bukan karena mukanya ga standar, kadang perbedaan keyakinan bisa jadi penghalang di antara kita. Dan seperti katanya abang Raditya Dika di buku 'Marmut Merah Jambu' bab 'Jatuh Cinta Diam-diam', "Orang yang jatuh cinta itu biasanya dapat mengetahui segalanya tentang orang yang dia suka, bahkan merasakan sesuatu dari orang itu tanpa kita sadari..."

Dan itu, bener-bener ane rasain waktu pertama. Maaf nih, kalo namanya ga dismarin, lagi bingung nyari nama samaran...

Aku tau nama cowok itu adalah Budiarjo Notonagoro Raharjo Lay, atau biasa panggilannya Budi. Aku tau rumahnya di Balikpapan Baru. Aku tau dia itu takut makan cokelat ato kacang karena takut jerawatan, dan dia alergi kuning telur. Aku tau kalo dia suka banget sama Smack Down, bahkan paling apdet sendiri di Twitter. Aku tau dia alumni dari SMP Santo Mikael, tapinya suka mampir ke Spansa(SMP 1). Aku tau juga agamanya Buddha meskipun namanya indo banget. Dan aku tau setiap jam setengah tiga atau pulang sekolah, dia biasa ikut Anjas( Antar Jemput Sekolah) lantaran ga ada yang mau nganter doi. Aku tau juga, dia pernah mukul orang waktu bapaknya meninggal di Surabaya, katanya karena disana dia sendiri yang ga punya bokap. Kalo marah, biasanya dia udah nyiapain tangan tanda udah mau mukul orang(yang ini aku ingat diriku sendiri waktu SD...).Aku tau, dia itu anaknya rajin mampus, aking rajinnya dia juga keseringan nyontek(ups...). Aku tau kalo dia itu sebenarnya ga mau cerita kapan bapaknya meninggal karena dia takut sedih lagi, dan jadi makin kangen...

Entah mengapa ketika aku menceritakan semua ini, aku jadi ingin menangis... *nyiapin tisu*
Dia dan aku adalah sesama zodiak Pisces lantaran tanggal lahir yang ga jauh beda, dia lahir tanggal 21 Februari dan aku 4 Maret. Dia yang ngebikin aku jadi makin termotivasi, dimana dia itu adalah gambaran aku kalau di masa depan...

Lupakan semua cerita sedih itu. kalian mau tahu darimana aku dapat semua informasi ini?
Aku sempat nanya langsung, aku sempat nanya teman-temannya, aku banyak melakukan pengamatan dibalik layar(tsah...).

Dan herannya, aku mendadak buka Twitter kalo nginget dia...

Oke. Lupakan. Aku mau belajar dulu... -_-

Sabtu, 17 Maret 2012

From PSP, with love to lebay person

Okay, long time no post!
Ane balik lagi...

Aslinya sih, ane baru beli buku harian Angry Birds. Tapi, ane ga mau sia-siain pembaca disini. Jadi, ane mulai aja ni posting. Jangan heran sama gaya ngomong ane. Enakan juga begini...

Mungkin, kalian masi ingat sama Pute, cewek otaku rada gaje en maniak yang uda ane ceritain di blog sebelumnya. Sekarang, ane mau ceritain soal dia nih. Entah mengapa aku mau cerita soal dia...-_-a
Foto asli Putri Ayu Tedja(Pute), dengan kimono-nya

Kita mulai...

Ceritanya bermula ketika dia mainin PSP-nya Dinda. Dia marah-marah sama Dinda karena game-nya Dinda ap-to-det semua. Untungnya sih, berakhir dengan diem.

Hingga akhirnya, di tengah kesunyian yang mencekam(?), dia teriak...

"ORANG GANTENG! MASA KAKI DOANG YANG DIPAKE?"
Daaaan, aku langsung berlari menuju sumber suara...
Ternyata, eh, ternyata...

Dia sedang ketularan main Tekken, saudara-saudara!
Di saat tersebut, aku langsung tanya dia,"Wiiis, tau main Tekken dia... Naksir yang mana nih?"
Dia ternyata ngejawab pake muka polos,"ah, biasa aja. Kurang seru ga ada pedang-pedangan. Tapi, aku cuma naksir sama Lars sama orang ganteng yang kupake ini aja...".
Aku pun mikir keras. Aku liat tokoh yang dia pake.
"Lee Chaolan?", aku tanya ke dia.
"Iya, ya...", katanya sambil masang muka datar."Kamu juga ngapain disini?", katanya masang muka jijik(?).
"Kenapa?salah kah aku disini? Aku khan cuma duduk!", kataku ke dia.
Dan akhirnya, kita berdua diem-dieman. Meskipun, dalem ati, perasaan bercampur aduk, bahkan berkata,'SELAMAT! NAMBAH SATU UMAT!'
Dan dia kembali berkata sesuatu ketika melihat win pose dari lee Chaolan, "Oke, itu lebay..."

Dan kejadian ini tak hanya terjadi di saat tersebut. Kemaren, ane lagi ngirim file film TBV(Tekken : Blood Vengeance) dari laptop Elicia, yang biasa dipanggil(maaf) 'nenek' yang mukanya tua abis, ke plesdis-nya Iqbal, sekaligus muter filmnya biar tau pake audio bahasa Jepang ato Inggris. Ternyata, Pute, yang kebetulan di belakang ane, ngeliat juga isi film tersebut. Dan dia teriak histeris,
"ITU FILM TEKKEN YA?ADA LEE GAK?ADA LARS GA? AKU MINTA NAAAAH!"
Otomatis, aku cuma bisa ngejawab,"ga ada Lars, Put. Adanya cuma Lee, itupun perannya dikit"
Akhirnya, dengan kejadian tersebut, dia ikutan minta filmnya. Dan belajar mencari informasi seputar Lars Alexandersson dan lee Chaolan. Yeah, her enthusiasm is over!

Maybe enough for now...
See you in next post!
Sebelumnya, ane mau share gambar nih...
Iqbal

Bye!

Minggu, 22 Januari 2012

BlazBlue Mengindahkan Duniaku

Terima Kasih untuk yang sudah membaca. Dan liburan telah menyelamatkan diriku! Jadi, aku sempatkan diri untuk ngeblog...

Kalian masih ingat video game kesukaan saya, game yang menjurus ke pertarungan. Ingat khan? Dan game itu adalah jelas bukan RPG ataupun MMO yang menjurus ke 'jalan-jalan ria'. Dan game itu adalah 'Bloody Roar' dan 'Tekken'. They're still in my heart.

Oke, aku sebenarnya sempet suka dengan bermacam-macam game MMO dan RPG seperti Pokemon atau NinjaKita dotkom, dan Assasin's Creed juga Homestuck dari MS Paint Adventures karya Andrew Hussie. Tapi, jenis game itu masih belum menarik hati aku karena alur ceritanya yang terbilang lambat dan membingungkan. Hingga akhirnya, salah persepsi itu kusadari lewat sebuah game yang diluncurkan buat PS3 punya sepupuku, Dwi. Game itu disebut 'BlazBlue'. Sebenarnya game ini ada 4 seri, tapi yang dia punya baru seri pertamanya, 'Calamity Trigger'.

Ceritanya tentang Ragna Kusaragi, atau sebutannya Ragna the Bloodege. Sempat mendapat sebutan Grim Reaper. Disini, ceritanya dia anak yatim piatu yang tinggal di gereja sama adeknya yang namanya Jin dan Saya. Karena di suatu saat Saya, adeknya Ragna yang paling kecil, lagi sakit-sakitan, Dia dirawat terus dan Jin iri banget karena hal itu. Sehingga, gerejanya dibakar sama Jin dan tangan kanannya dipotong. Di saat yang sama, Saya diculik dan dia digigit vampir . Untungnya, efek gigitan vampir itu menciptakan kekuatan yang namanya Azure Grimoire, atau sebutannya BlazBlue, yang ngembaliin tangannya sekaligus ngubah mata kanannya jadi merah dan ngebuat rambutnya yang aslinya pirang jadi warna silver. Tapi, kekuatannya justru ga bisa dikendaliin. Untungnya ada salah satu dari enam pahlawan yang mau melatih dirinya agar kekuatannya bisa aman terkendali. Sejak saat itu, dia dikasi pedang Blood Scythe dan dapet panggilan Bloodedge. Karena dendamnya pada Jin, dia benci sama organisasi keamanan bernama Novus Orbis Librarium, atau yang disingkat NOL, karena adeknya ikut disana. Jadi, dia menjadi buronan dimana-mana.


Kelebihan dari game ini? Banyak! Alur ceritanya yang ga monoton bikin pemain penasaran bagaimana 'ending yang sesungguhnya'. Sekaligus juga sudut kamera pertarungan dan fitur khusus yang bikin ceritanya ga ngebosenin. Kelemahannya? Mungkin kurangi aja percakapannya atau minimal dibikin 3D biar obrolannya lebih nyambung sekaligus alur ceritanya ga kepanjangan.
Dan yang paling aku suka nih, ada Kusaragi bersaudara yang keren!
Salah satunya, ini dia!


Ragna the Bloodedge (Continuum Shift, Character Select Artwork).png
Ragna!
Chibi Ragna! CHIBI! hak, hak, hak!












CHIBI! hak, hak, hak!
Jin Kisaragi


Bagi yang merasa tertarik, silakan dapatkan game ini. SEBELUM AJAL MENJEMPUT MEREKA!
Salam untuk para gamers! Forget about alur cerita bingungin! Forget about "jalan-jalan ria"! Mereka telah mengubah pandanganku soal alur cerita yang aneh!
Dan karena mereka juga, aku harus bulak-balik buka GameSpot dan Wikia cuma buat ngeliat mereka!
Dan juga, harus bulak-balik ngeliat penpik! Aku sendiri akhirnya telah memasukkan BlazBlue di gaming list yang wajib main *nunjuk dada*. Dan dengan adanya game ini, duniaku semakin berwarna!

Sampai jumpa lagi, gamers! Jika ada yang merasa kurang, kalian bisa konsultasi lewat chatbox di samping!

Jumat, 06 Januari 2012

Tekken 7 : Indonesia Showdown

Oke, karena aku memang seorang *ehem* , aku beneran kangen sama blog ini. Niatnya sih bikin fanfiksi lagi, tapi karena lagi minjem laptop orang, takut diliatin isinya, jadi ngeblog aja nih.

Masih bersama aku lagi, Nurul si murid SMP menuju SMA yang MKKB dan palig cantik sejagad RT sepanjang abad amin...(Readers : HOEKS!)

Ya, saya sendiri adalah tipe introvert. Ada yang tau apa itu introvert? jangan tanya saya, saya sendiri taunya waktu John Martin wawancara FiTrop di acara "The Hits". Menurut FiTrop sendiri sih, tipe introvert itu suka tertutup, dan ga bisa share pengalamannya secara sembarangan. Biasanya tipe ini sangat unik dan selektif, kayak saya ini loh...(*pembaca pingsan berjamaah*)

Oke, forget about that. Kali ini aku pingin ngebahas ide cerita yang kebetulan lagi ngumpul kayak tape ketan untuk dibagikan kepada Yang punya perusahaan game Namco dan Harada-sensei, orang yang meninggikan nama Teken menjadi "serial jadi film terbaik dunia". Dan isi di kepala aku ini adalah....

Tekken 7 : The Truth of Brothers!

"Rasain pencak silat gue!"



Kenapa aku ngasi judul itu? Entahlah, mungkin kisah ini bisa sedikit berhubungan dengan cerita serial sebelumnya. Tapi, paling tidak bisa menginspirasi anak2 Indonesia atau orang luar negri yang cinta Indonesia biar bisa memunculkan tokoh Indonesia dan pencak silat di dalamnya.

Ceritanya dimulai dari seorang pra berumur sekitar 20 tahunan bernama Gilang Pradana, dia anak dari klub olahraga pencak silat yang paling baik dan paling sering ikut tawuran demi menyelamatkan kehidupan ayahnya yang kini tinggal sebatang kara dan sakit-sakitan. Dan anak ini tidak pernah diceritakan oleh bokapnya mengenai keberadaan ibunya yang sebenarnya. Jangankan diceritakan, dilihatkan fotonya saja tidak pernah. Dia hanya tahu bahwa nama ibunya adalah Jumiati. Hingga pada suatu hari, saat dia sedang pergi mencari peruntungan (bukan horoskop) dengan bekerja sebagai kuli bangunan, ayahnya dibunuh dan rumahnya dihancurkan oleh pihak rentenir. Saat Gilang pulang ke rumahnya, dia menemukan sepucuk surat yang berisi bahwa yang menghancurkan rumahnya adalah para rentenir, sedankan yang membunuh ayahnya adalah seseorang tak bertanggung jawab yang menginginkan harta warisan darinya. Dan di surat itu juga disebutkan bahwa pembunuhnya juga sedang mengikuti sebuah turnamen terbesar di Jepang saat itu, yang biasa disebut Tekken. Ayahnya juga bilang bahwa orang yang berkaitan dengan ibunya adalah penyelenggara Tekken ke-7 itu.

Dan di permainan ini, bukan Jin lagi yang jadi tokoh utama. Capek kalo dia terus mentang2 ganteng...-_-a
Kita mulai dari jalan permainannya.....

Dia akan bermain dengan tokoh secara acak di beberapa stage. Kemudian, di stage 5, dia akan bertemu secara tak sengaja dengan Raven, orang misterius yang terus membuntutinya sepanjang perjalanan. Di waktu menang, Raven menceritakan bahwa sebenarnya, sosok Sergei Dragunov yang mencari kekayaan dari orang-orang lemah dan nama asli ibunya adalah Jun Kazama, ibu dari penyelenggara turnamen tersebut yang juga berakhir dengan dibunuh. Di Stage 8, Gilang akan bertemu dengan Sergei Dragunov dan melawannya. Di stage 10, Gilang akan bertemu dengan Jin sebagai boss yang bisa dimainkan di 'story battle'. Gilang menceritakan cerita yang didengar oleh Raven si mata-mata keluarga Mishima. Tapi Jin masih tak percaya bahwa ibunya juga pernah menikah di Indonesia dan tak sengaja menikah lagi dengan Kazuya, yang berarti Gilang adalah adik kandung Jin yang berbeda ayah.

Ending dari kisahnya adalah, setelah Jin diyakini oleh Gilang, mereka bersama-sama menuju kuburan ibu mereka. Dan mereka akhirnya saling bekerjasama di turnamen berikutnya, dengan Gilang menjadi wakil ketua Mishima Zaibatsu yang diangkat sendiri oleh Jin.

Sekian, semoga bisa menginspirasi parapembuat game untuk mengembangkan sistem permainan yang asli Made in Indonesia!

Sabtu, 31 Desember 2011

Analogi Kehidupan di 2012

Happy New Year!

sekali lagi yak!

Nah, kalo kalian mau tahu lebih banyak lagi soal aku nih, tak ada gamer yang bisa membuat kata-kata puitis seperti aku ini.

Sebelumnya, aku mau kasitau kenapa gambar pembuka aku tambahin 'Sebuah Catatan Pelajar MKKB'.
Jujur nih, waktu mau bikin julukan untuk isi blog ini, aku ngerencanain banyak kalimat. Pertama, aku coba 'Sebuah Catatan Pelajar Bodoh' , tapi, aku takut digampar bang Raditya Dika. Dan, saya tak sebodoh bang Radit versi SMP. Kedua, aku coba pake kalimat 'Sebuah catatan harian pelajar galau', tapi masalahnya, aku belum punya pacar, ga mungkin bisa galau. Dan pada akhirnya, dengan berat hati, menggunakan kalimat 'Sebuah catatan Harian Pelajar MKKB'. Yang belum tau singkatannya, MKKB singkatan dari Masa Kecil Kurang Bahagia. Mau tau kenapa? aku itu memang masih merindukan masa dimana aku bisa bermain dengan riang alias masa kecil. Tapi, masa kecilku itu dilewatin dengan pilu.

Para pembaca yang berbahagia, inilah analogi kehidupan ala " Nurul the MKKB student "!

Hidup itu seperti sebuah video game,
ada yang menang dan yang kalah dalam persaingan.
Hidup itu seperti sebuah video game,
Rintangan yang akan kita hadapi akan semakin sulit.
Hidup itu seperti perputaran peringkat di sebuah permainan,
kadang berada di atas, di tengah, bahkan terpuruk di posisi terbawah.
Hidup itu seperti sebuah video game,
ada yang harus dikorbankan untuk menyelesaikannya.
Hidup itu seperti sebuah video game,
Terkadang, kita selalu berusaha menghindari masalah yang tak bisa kita selesaikan.
Hidup itu seperti sebuah video game,
Di setiap kehidupan pasti punya skenario sendiri seperti yang ditetapkan oleh Tuhan.
Hidup itu seperti perjuangan Jin Kazama mencari keberadaan keluarganya.
Jin itu dari Tekken, dan Tekken adalah nama video game. Jadi, hidup itu seperti sebuah video game.


Dan saya sempat membuat analogi cinta berdasarkan pengamatan saya.

Cinta
Cinta itu seperti sebuah video game,
Terkadang, yang kita rasakan tak seperti kelihatannya.
Cinta itu seperti sebuah video game,
Jatuh cinta itu seperti sebuah video game,
Diam-diam, kita sudah mengenal sosok yang kita cintai tanpa perlu menemuinya langsung.
Cinta itu seperti keinginan memiliki sebuah CD atau konsol game,
Kita selalu berusaha menghalalkan segala cara demi menyenangkan si "dia".
Menyatakan cinta itu seperti membeli CD game yang tinggal satu,
kalo ditunggu lama-lama, bisa diambil orang.
Cinta itu seperti sebuah video game,
Hampir seluruh lapisan masyarakat bisa merasakannya dan menginginkannya.

Ingat, analogi ini hanya berdasarkan yang saya lihat dan hasil pengamatan dari temen-temen yang sudah "berduaan". Saya masih single.

Sekian